Friday, December 31, 2010
wishing 2011
tak terasa, tahun 2010 telah berlalu. banyak hal yang telah terjadi di tahun 2010. begitu istimewanya sehingga tak sempat mencatat waktu detailnya. yang pasti, sejak awal (januari) hingga akhir desember, semuanya berjalan dengan sangat baik. tentunya tak semua seperti yang diharapkan tapi setidaknya tetap dapat nilai positifnya. semoga pengalaman ditahun tahun sebelumnya menjadikan pedoman berharga ditahun 2011 ini. wish me luck, and i wish you luck too. (artinya; mari kita saling wish-wish-an, biar kita luck-luck.")
Wednesday, November 10, 2010
The City Dreamed
Last night, when I was sleeping. In my dream, I saw a city. It looked like so familiar. But i didnt know where i 've ever seen it before. when I woke up in this morning, the city image is still in my mind. then, i decided to search it. Not long after searching, i found some pictures. I noticed it carefully one by one, then surprisingly, I could find this picture (below). Even though I realize that it is not really same, but at least it can represent what i 've dreamed before. But my curious doesnt stop there, i still want to know where the city is, so, i need your helps. May be you know the city real name and location.
for your kindness, deeply in my heart says "thank you so much."
The Dreamed City (1)
Tuesday, November 9, 2010
My Learning Activities; Expressing Ideas Through Conversation
Many Activities could be done today, but nothing left except the memories. i would like to keep the memory to every body's mind about the day in the past and perhaps, it would be the same in the future. To all my best friends who always give the best for the better life, keep moving to do more and more for the brightest future. Let's make today is being the best memory for tomorrow.
Tuesday, November 2, 2010
Jangan ditanya.......(?)
(?)…. Terkadang aku hanya bisa diam. Serasa lisanku buntu, kata-kataku kaku. Namun aku selalu berusaha untuk mencari sepenggal asa yang masih kupercayai.
(?)…. Bila larut telah mendekat, kuharap ini akan sirna, berlalu pergi dengan bergantinya siang dan malam.
Walau…. tak semudah membalikkan telapak tangan, tak segampang memejamkan kelopak mata, karena ia susah untuk dihapus, ia sukar untuk dilepas. Namun, aku tetap berusaha merengkuh asa yang ada demi sepenggal harapan yang aku simpan.
(?)…. Jikalau besok hadir kembali, kuharap ia kini telah berbeda. Kuingin dia lebih kemilau dari batu permata, seindah kemilau cahaya pagi.
(?)…. Apakah aku boleh bertanya? Seandainya dulu tak kukatakan. sekiranya dulu tak kuikrarkan, Jikalau dulu tak kujanjkan, mungkinkah hari ini aku tlah menjadi sosok yang lain?
Tapi aku mengerti, tak semua harapan akan jadi kenyataan. Tak semua asa akan jadi realitas. Ini adalah fatamorgana dan metamorphosis kehidupan.
(?)…. Jikalau besok sang fajar muncul kembali. Kuingin dia kembali, hingga aku bisa menemukannya yang hilang, yang sirna, dan yang hanyut dalam rintihan malam panjang, yang terbuai dalam sepoi angin malam.
Tapi… Aku bukanlah Dia yang bisa mengatur waktu, bukan pula seperti Dia yang bisa membalikkan masa. Aku hanya insan harapan, yang ingin tahu bagaimana itu makna kesabaran, yang ingin memahami apa itu arti kehidupan. Karena aku percaya dan menyakini bahwa setiap detik yang ada adalah bagian dari setiap asa nan indah kelak. Karena Dia tahu yang terbaik buatku.
(?).... Walau itu sekiranya hanya sebuah kiasan belaka. Meski dia terkadang seumpama perumpamaan sekedarnya. Tapi tak akan kubiarkan orang terus bertanya. Mengapa begini? Mengapa begitu? Hingga masanya tiba dan semua terkuak dalam kebahagiaan.
(?)…. seumpama itu hanyalah sebuah pertanyaan, namun aku akan tetap menyapanya dalam dekapan mesra di dalam hatiku. Karena….Seperti halnya diriku, dia juga memiliki asa yang sama: terbenam dalam rasa hanya aku dan dia yang tahu. Sebuah transpormasi hidup yang perlu dilalui demi sebuah kebahagiaan di masa yang akan datang.
Sunday, October 31, 2010
Saturday, October 30, 2010
Start 2B Prof.
"Did you still remember about your last photography activities?" Asked me to my best friend Uncle F-T.
Friday, October 29, 2010
SMS, jangan terlalu diHarapkan
Hari ini, rasanya aku ingin tertawa kencang, apalagi bila mengingatnya. tapi ku pikir tak sepatutnya itu kulakukan jikalau hanya tuk bersenang-senang, tapi lebih dari pada instropeksi diri.
Dipagi hari, meski matahari bersinar terang, akan tetapi rasanya aku malas sekali tuk bangun. Kukuatkan diri ini tuk bangkit namun tatap gagal hingga aku berkesimpulan tuk mengirim pesan singkat (SMS) saja ke teman untuk membertahukan kondisiku yang rasanya "malas". Tak berselang beberapa lama laporan pengiriman pesan singkat kuterima. Itu tandanya pesanku telah sukses terkirim sehingga aku tak perlu lagi memperdulikan seberapa telat aku turun kerja pagi ini. Malahan ada perasaan hati tuk tidak turun saja hari ini. Aku tetap membaringkan kepalaku diatas tumpukan buku yang sengaja kujadikan pengganjal kepala. Malam harinya, aku memang sengaja tidur diruang tamu, itung-itung, jarang sekali berbaring di tempat itu. Hingga larut, mata ini belum juga terpejam. hal ini yang mungkin berefek pada rasa pening dikepala saat mau bangun pagi. Jam telah menunjukkan pukul delapan pagi, namun aku masih saja rasanya betah tuk merapatkan kepala dan memejamkan mata ini. Aku hanya sedikit berusaha memberi ruang kepada diriku tuk bisa terlelap dan tak terasa saat aku membuka mata, jam telah menunjukkan pukul Sembilan kurang 10 menit.
Kuraih hape yang berada didekatku dan kembali mengamati angka yang tertera dilayarnya. Aku bergegas mandi. Meski aku tahu bahwa aku tak perlu buru-buru untuk kekantor karena smsku, pastinya, telah menyelamatku, tapi hati ini tetap saja tak tenang. Kenapa tidak, sekarang sudah jam Sembilan pagi, dan seharusnya aku telah berada di kantor satu setengah jam yang lalu seperti biasanya sembari membereskan sisa tugas yang belum tuntas hari sebelumnya. Setelah mandi, aku kembali memperhatikan jam. Kelihatannya, perputaran waktu hari ini berjalan sangat cepat sehingga aku rasanya dikejar olehnya. Selesai mandi dan berpakaian, aku berusah tuk mengisi perut dengan sarapan pagi, meski kebiasaan ini jarang aku lakukan, tapi aku ingin sekali melakukannya. Aku makan dengan lahapnya. Nasi hangat plus sayur santan yang telah dihidangan sebagai sarapan pagi rekan yang lain yang telah lebih dahulu meninggalkan rumah menuju tempat kerja telah memberiku selera makan yang baik. Tapi tentunya aku melakukan ini dengan sangat cepat, seperti dikejar-kejar sesuatu. Aku masih merasakan nasi masih belum terkunyah dengan sempurna saat aku memaksany turun dengan seteguk air putih. Aku begitu saja meletakkan piringku disamping tumpukan piring bekas yang lain tanpa ada maksud tuk membersihkannya. Aku kembali kedalam kamar, mengambil kunci motor, mengunci kamar dan halaman depan lalu sesaat kemudian aku telah berada jauh dari rumah sedang berhenti dipersimpangan jalan sambil memperhatiakn angka-angka berubah. aku memasuki areal parkir tempatku bekerja. Kendaraan telah memenuhi halaman parkir sehingga sulit bagiku tuk memarkir motorku hingga akhirnya aku menemukan sebuah tempat yang agak sedikit lapang disudut dekat dengan kran air, tempat biasanya teman-teman membersihkan motor atau membilas tangan mereka sebelum pulang rumah. Saat sedang memarkir motor, seorang teman datang menghapiriku dan bertanya tentang kesehatannya, dan meminta pendapatku akan apa yang sedang dialaminya. (sepertinya dia sangat percaya klu aku bisa membantunya, tapi nyatanya aku tak tahu apa-apa), jadi aku perhatikan dia dengan seksama. kelihatannya dia baik-baik saja. Walau demikian, aku hanya bisa memberikan sedikt saran pembesar hati bahwa kondisinya baik-baik saja setelah dia memaksaku tuk mendengarkan keluhannya mengenai kesehatannya yang menurutkan oke saja. "rasanya ada sedikit lendir di tenggorokanku di pagi hari dan terkadang aku bersin." Katanya. Lalu kukatakan padanya bahwa bersin itu artinya tubuh sedang melalukan tugasnya tuk membersihkan zat asing yang masuk kedalam tubuh. Bila bersin, itu pertanda bahwa secara reflex tubuh bereaksi dan memberikan perlindungan, "jadi tidak usah terlalu kuatir, itu adalah hal normal, sepanjang kamu tidak menemukan hal aneh akan dirimu. Ungkapku. kemudian dia pamit dan berlalu pergi. Saat aku memasuki ruang kerja, bosku sudah ada di dalam bersama seorang teman sekerjaku. Mereka kelihatannya sibuk. Tapi saat mereka melihatku masuk, serentak mereka berkata "panjang umur," yang dalam arti kamusku bahwa sebelumnya mereka sedang membicarakan diriku sebelum aku tiba. " kami baru saja membicarakanmu!" katanya. Aku hanya tersenyum dan meletakkan tas diatas meja sambil langsung menyibukkan diri dengan pekerjaan. ini kulakukan tuk mengusir rasa bersalah karena telah datang terlambat meski jauh dilubuk hatiku berkata bahwa aku telah mengirim pesan singkat alasan mengapa aku memutuskn untuk datang terlambat pagi ini.
Dipagi hari, meski matahari bersinar terang, akan tetapi rasanya aku malas sekali tuk bangun. Kukuatkan diri ini tuk bangkit namun tatap gagal hingga aku berkesimpulan tuk mengirim pesan singkat (SMS) saja ke teman untuk membertahukan kondisiku yang rasanya "malas". Tak berselang beberapa lama laporan pengiriman pesan singkat kuterima. Itu tandanya pesanku telah sukses terkirim sehingga aku tak perlu lagi memperdulikan seberapa telat aku turun kerja pagi ini. Malahan ada perasaan hati tuk tidak turun saja hari ini. Aku tetap membaringkan kepalaku diatas tumpukan buku yang sengaja kujadikan pengganjal kepala. Malam harinya, aku memang sengaja tidur diruang tamu, itung-itung, jarang sekali berbaring di tempat itu. Hingga larut, mata ini belum juga terpejam. hal ini yang mungkin berefek pada rasa pening dikepala saat mau bangun pagi. Jam telah menunjukkan pukul delapan pagi, namun aku masih saja rasanya betah tuk merapatkan kepala dan memejamkan mata ini. Aku hanya sedikit berusaha memberi ruang kepada diriku tuk bisa terlelap dan tak terasa saat aku membuka mata, jam telah menunjukkan pukul Sembilan kurang 10 menit.
Kuraih hape yang berada didekatku dan kembali mengamati angka yang tertera dilayarnya. Aku bergegas mandi. Meski aku tahu bahwa aku tak perlu buru-buru untuk kekantor karena smsku, pastinya, telah menyelamatku, tapi hati ini tetap saja tak tenang. Kenapa tidak, sekarang sudah jam Sembilan pagi, dan seharusnya aku telah berada di kantor satu setengah jam yang lalu seperti biasanya sembari membereskan sisa tugas yang belum tuntas hari sebelumnya. Setelah mandi, aku kembali memperhatikan jam. Kelihatannya, perputaran waktu hari ini berjalan sangat cepat sehingga aku rasanya dikejar olehnya. Selesai mandi dan berpakaian, aku berusah tuk mengisi perut dengan sarapan pagi, meski kebiasaan ini jarang aku lakukan, tapi aku ingin sekali melakukannya. Aku makan dengan lahapnya. Nasi hangat plus sayur santan yang telah dihidangan sebagai sarapan pagi rekan yang lain yang telah lebih dahulu meninggalkan rumah menuju tempat kerja telah memberiku selera makan yang baik. Tapi tentunya aku melakukan ini dengan sangat cepat, seperti dikejar-kejar sesuatu. Aku masih merasakan nasi masih belum terkunyah dengan sempurna saat aku memaksany turun dengan seteguk air putih. Aku begitu saja meletakkan piringku disamping tumpukan piring bekas yang lain tanpa ada maksud tuk membersihkannya. Aku kembali kedalam kamar, mengambil kunci motor, mengunci kamar dan halaman depan lalu sesaat kemudian aku telah berada jauh dari rumah sedang berhenti dipersimpangan jalan sambil memperhatiakn angka-angka berubah. aku memasuki areal parkir tempatku bekerja. Kendaraan telah memenuhi halaman parkir sehingga sulit bagiku tuk memarkir motorku hingga akhirnya aku menemukan sebuah tempat yang agak sedikit lapang disudut dekat dengan kran air, tempat biasanya teman-teman membersihkan motor atau membilas tangan mereka sebelum pulang rumah. Saat sedang memarkir motor, seorang teman datang menghapiriku dan bertanya tentang kesehatannya, dan meminta pendapatku akan apa yang sedang dialaminya. (sepertinya dia sangat percaya klu aku bisa membantunya, tapi nyatanya aku tak tahu apa-apa), jadi aku perhatikan dia dengan seksama. kelihatannya dia baik-baik saja. Walau demikian, aku hanya bisa memberikan sedikt saran pembesar hati bahwa kondisinya baik-baik saja setelah dia memaksaku tuk mendengarkan keluhannya mengenai kesehatannya yang menurutkan oke saja. "rasanya ada sedikit lendir di tenggorokanku di pagi hari dan terkadang aku bersin." Katanya. Lalu kukatakan padanya bahwa bersin itu artinya tubuh sedang melalukan tugasnya tuk membersihkan zat asing yang masuk kedalam tubuh. Bila bersin, itu pertanda bahwa secara reflex tubuh bereaksi dan memberikan perlindungan, "jadi tidak usah terlalu kuatir, itu adalah hal normal, sepanjang kamu tidak menemukan hal aneh akan dirimu. Ungkapku. kemudian dia pamit dan berlalu pergi. Saat aku memasuki ruang kerja, bosku sudah ada di dalam bersama seorang teman sekerjaku. Mereka kelihatannya sibuk. Tapi saat mereka melihatku masuk, serentak mereka berkata "panjang umur," yang dalam arti kamusku bahwa sebelumnya mereka sedang membicarakan diriku sebelum aku tiba. " kami baru saja membicarakanmu!" katanya. Aku hanya tersenyum dan meletakkan tas diatas meja sambil langsung menyibukkan diri dengan pekerjaan. ini kulakukan tuk mengusir rasa bersalah karena telah datang terlambat meski jauh dilubuk hatiku berkata bahwa aku telah mengirim pesan singkat alasan mengapa aku memutuskn untuk datang terlambat pagi ini.
Beberapa jam kemudian, bosku meraih hape yang berada di dalam tasnya lalu dengan nyaring dibarengi guyonan diapun berkata, "klu tak enak badan, ya pakai vetsin (penyedap rasa) aja mas, sambil melihatku dan tersenyum. Aku melirik kearahnya. sambil terus bekerja, aku mengatakan pada diriku bahwa ternyata, pesan singkat yang kukirim dini hari tak sempat dibacanya. Dan itu baru dibacanya saat aku telah terlambat lebih dari satu jam dan telah duduk berhadapan dengannya selama beberapa jam. Sungguh kejadian diluar kendali dan dugaanku sebelumnya. Aku tertawa, cekikikan tapi dalam hati, sambil bergumam "Untungnya Bos orangnya sangat pengertian." Semoga hal ini tak terulang lagi kedua, tiga atau empat kalinya dimasa yang akan datang.
Pesan singkatnya: jangan terlalu percaya sama SMS, meski dia efektif dan terpercaya, tapi kadang yang terima pesan tersebut tak selamanya memperhatikan inboxnya sehingga pesan tersebut sia-sia.
keep smiling....!!!
Monday, October 25, 2010
Menjaring Komunitas, Menyebar Informasi
... saat presentasi (live Radio)
"rasanya sih deg-degan saat tampil, apalagi ini kali pertama dan live radio lagi. didengarin orang se Berau." kata salah seorang peserta selesai melakukan presentasi. presentasi ini menampilkan para peserta dari kalangan pelajar SMU, mereka adalah perwakilan dari beberapa sekolah menegah atas di kab. berau. yang lebih menarik dari presentasi ini adalah menggunakan bahasa inggris. " this is the great opportunity for students to improve their skills both in English and Environment." Kata Salah seorang Penelpon yang mendengarkan presentasi lewat radio.
semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut setiap tahunnya, mengingat event ini dilangsungkan tahun 2009 lalu, dan berharap tahun ini bisa terlaksana kembali. mohon dukungan dan partisipasi semua pihak demi suksesnya kegiatan ini. "Mari mencintai lingkungan dengan selalu melibatkan diri dalam kegiatan bernuansa lingkungan."
semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut setiap tahunnya, mengingat event ini dilangsungkan tahun 2009 lalu, dan berharap tahun ini bisa terlaksana kembali. mohon dukungan dan partisipasi semua pihak demi suksesnya kegiatan ini. "Mari mencintai lingkungan dengan selalu melibatkan diri dalam kegiatan bernuansa lingkungan."
Saturday, October 23, 2010
Penggalaman pertamaku
Ada pertanyaan mendasar yang selalu mengganggu sebelum kutulis cerita ini, pertanyaan itu biasa aja tapi kadang membuatku merasa bingung dan terkadang tak bisa berkata apalagi menulis. Tapi untuk bisa ini dan itu, mestinya ada yang harus dimulai. Dan itulah pertanyaan pertamaku. “Mengapa aku harus menceritakan pengalaman pertamaku?” demikianlah aku bertanya-tanya. Tanpa befikir panjang ya kujawab aja, untuk bisa berbagi, siapa tau bisa dikenang suatu waktu dimasa tak tentu kelak.
Subscribe to:
Comments (Atom)




