Wednesday, November 10, 2010

The City Dreamed


Last night, when I was sleeping. In my dream, I saw a city. It looked like so familiar. But i didnt know where i 've ever seen it before. when I woke up in this morning, the city image is still in my mind. then, i decided to search it. Not long after searching, i found some pictures. I noticed it carefully one by one, then surprisingly, I could find this picture (below). Even though I realize that it is not really same, but at least it can represent what i 've dreamed before. But my curious doesnt stop there, i still want to know where the city is, so, i need your helps. May be you know the city real name and location.
for your kindness, deeply in my heart says "thank you so much."

 
The Dreamed City (1)

Tuesday, November 9, 2010

My Learning Activities; Expressing Ideas Through Conversation

Many Activities could be done today, but nothing left except the memories. i would like to keep the memory to every body's mind about the day in the past and perhaps,  it would be the same in the future. To all my best friends who always give the best for the better life, keep moving to do more and more for the brightest future. Let's make today is being the best memory for tomorrow.

Tuesday, November 2, 2010

Jangan ditanya.......(?)

TANYA…….
(?)…. Terkadang aku hanya bisa diam. Serasa lisanku buntu, kata-kataku kaku. Namun aku selalu berusaha untuk mencari sepenggal asa yang masih kupercayai.
(?)…. Bila larut telah mendekat, kuharap ini akan  sirna, berlalu pergi dengan bergantinya siang dan malam.
Walau…. tak semudah membalikkan telapak tangan, tak segampang memejamkan kelopak mata, karena ia susah untuk dihapus, ia sukar untuk dilepas. Namun, aku tetap berusaha merengkuh asa yang ada demi sepenggal harapan yang aku simpan.
(?)…. Jikalau besok hadir kembali, kuharap ia kini telah berbeda. Kuingin dia lebih kemilau dari batu permata, seindah kemilau cahaya pagi.
(?)…. Apakah aku boleh bertanya? Seandainya dulu tak kukatakan. sekiranya dulu tak kuikrarkan, Jikalau dulu tak kujanjkan, mungkinkah hari ini aku tlah menjadi sosok yang lain?  
Tapi aku mengerti, tak semua harapan akan jadi kenyataan. Tak semua asa akan jadi realitas. Ini adalah fatamorgana dan metamorphosis kehidupan.
(?)…. Jikalau besok sang fajar muncul kembali. Kuingin dia kembali, hingga aku bisa menemukannya yang hilang, yang sirna, dan yang hanyut dalam rintihan malam panjang, yang terbuai dalam sepoi angin malam.
Tapi… Aku bukanlah Dia yang bisa mengatur waktu, bukan pula seperti Dia yang bisa membalikkan masa. Aku hanya insan harapan, yang ingin tahu bagaimana itu makna kesabaran, yang ingin memahami apa itu arti kehidupan. Karena aku percaya dan menyakini bahwa setiap detik yang ada adalah bagian dari setiap asa nan indah kelak. Karena Dia tahu yang terbaik buatku.
(?).... Walau itu sekiranya hanya sebuah kiasan belaka. Meski dia terkadang seumpama perumpamaan sekedarnya. Tapi tak akan kubiarkan orang terus bertanya. Mengapa begini? Mengapa begitu? Hingga masanya tiba dan semua terkuak dalam kebahagiaan.
(?)…. seumpama itu hanyalah sebuah pertanyaan, namun aku akan tetap menyapanya dalam dekapan mesra di dalam hatiku. Karena….Seperti halnya  diriku, dia juga memiliki asa yang sama: terbenam dalam rasa hanya aku dan dia yang tahu. Sebuah transpormasi hidup yang perlu dilalui demi sebuah kebahagiaan di masa yang akan datang.
Karena aku percaya, Dia itu ada.